Sabtu, 17 Desember 2011

Yusuf di "sumur kematian"

Pernahkah teman-teman mengalami saat temen-temen melakukan sesuatu yang benar, keadaan justru menjadi buruk? Have you ever had one of those days when things seem to go wrong instead of right? Have you ever feel when things don't seem to go your way and all your efforts can't prevail? Atau pernahkah pada suatu saat, temen-temen menemukan diri sedang berada dalam puncak kehidupan, dan hanya beberapa saat kemudian sudah berada di sebuah lubang, atau sedang berada diantaranya?

Well, jawabannya pasti kita semua pernah mengalaminya. Kita pernah mengalami saat-saat di mana keadaan kita baik-baik saja, semuanya berjalan dengan lancar, tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi dan mengubah seluruh kehidupan kita. Atau mungkin teman-teman juga pernah mengalami keadaan dimana engkau sedang merencakan banyak hal di dalam hidupmu, dan tiba-tiba sesuatu terjadi dan mengubah seluruh rencana yang telah engkau rencanakan.

Atau pernahkah temen-temen merasakan kalian sudah melakukan banyak hal, namun sepertinya semua usaha temen-temen itu tidak menghasilkan apapun? Atau pernah kah temen-temen merasakan hampir ingin menyerah dalam melakukan sesuatu? Atau pernahkah temen-temen merasakan ingin menyerah dalam mencapai impian kalian?

Keadaan begitu sulit, semuanya serba tidak mungkin, dan seolah-olah tidak ada harapan untuk mencapainya. Seolah-olah temen-temen sedang berada dalam lubang yang sangat dalam dan tidak ada jalan untuk keluar.
Jika itu yang teman-teman rasakan hari-hari ini, aku mau bilang, kalau kalian tidak sendiri dan pastinya temen-temen bukan orang pertama yang mengalaminya.

Aku ingin temen-temen bertemu dengan seseorang anak muda.. Anak muda biasa, yang bahkan dikatakan seorang anak yang manja. Seorang anak muda yang tadinya adalah anak kesayangan ayahnya. Seorang anak muda yang tadinya memiliki banyak baju-baju yang indah, memiliki kehidupan yang lumayan baik. Tetapi semuanya itu tiba-tiba berubah. Hari ini dia mendapati dirinya berada di dasar sumur, sendiri, lembab, kedinginan, ketakutan dan gemetar.

Dia tidak mengerti mengapa ini bisa terjadi di dalam hidupnya. Ini bukanlah hidup yang dia inginkan..ini bukanlah hidup yang dia impikan. Dia tidak menyangka kalau dia harus mengalami ini hanya karena dia memiliki sebuah mimpi. Sebuah mimpi yang seharusnya menjadi kenyataan, sebuah mimpi yang luar biasa besar untuk anak muda seusianya, sebuah mimpi yang terlihat mustahil, sebuah mimpi yang bahkan ditolak oleh saudara-saudaranya, bahkan ayahnya sendiri.

Ya..kalian pasti kenal dengan anak muda ini..kalian pasti tahu kisahnya.. Ya..dia Yusuf.

Aku ingin teman-teman melihat salah satu fase dalam kehidupan Yusuf yang mungkin saja, sangat mirip dengan kehidupan kita hari-hari ini. Ketika Yusuf menerima mimpi dari Tuhan, dia mungkin merasa bahwa dia adalah orang yang paling berbahagia di dunia. Dia merasa dia sudah memiliki segalanya. Dia memiliki keluarga, seorang ayah yang menyayanginya, fasilitas yang ok, dan sekarang Tuhan memberikan dia sebuah mimpi, sebuah visi yang besar dalam hidupnya. Apa lagi yang bisa dirindukan dan diinginkan seorang anak muda seusianya?

Ketika dia merasa bahwa hidupnya sedang berada di puncak, ketika dia sedang bergembira dengan mimpinya tersebut, dia ingin berbagi, ingin menceritakan mimpinya kepada orang tuanya, kepada saudara-saudaranya. Namun, bukan pujian, bukan semangat yang dia terima. Dia menerima penolakan, dia menerima sikap merendahkan, dia menerima penghinaan.

Apakah itu yang sedang temen-temen alami hari-hari ini? Engkau memiliki impian, engkau memiliki visi yang besar yang Tuhan taruhkan di dalam hidupmu. Engkau ingin berbagi mimpi, visi tersebut dengan orang terdekatmu. Engkau tahu, untuk mencapainya, engkau membutuhkan dukungan mereka.

Tetapi apa yang engkau terima.. “ah..lu mah ga bisa..”, “ha?? Lu? Punya mimpi seperti itu? Itu mimpi apa ngimpi?”, “udahlah..jangan terlalu tinggi bermimpi, nanti sakit kalau jatuh” , “nak, ayah ga bisa membiayai kuliah mu untuk jadi dokter, jadi kamu jadi pegawai negri aja..” , “mustahil lu bisa mencapainya..sekolah aja lu ga selesai”.

Engkau mulai menerima ketidakpercayaan akan mimpi mu, engkau mulai dihina, diolok-olok karena mimpimu, engkau mulai direndahkan karena mimpimu, engkau mulai menerima banyak penolakan, engkau mulai menerima banyak “nasihat” yang seolah-olah benar dan realistik, namun sebenarnya sedang mematikan impianmu. Dan yang lebih parah lagi, engkau menerima semua penolakan bukan dari mereka yang jauh, tetapi dari orang-orang terdekat mu.. Sahabatmu, saduaramu, keluarga mu, bahkan orang tuamu sendiri. And then, what you gonna do?

Yusuf mengerti apa yang sedang kalian alami, dia tahu bagaimana rasanya sebagai anak muda yang memiliki mimpi besar, visi besar, kemudian diremehkan dan direndahkan. Bahkan Yesus sendiri pun pernah mengalaminya. Dia pernah berada di posisi mu saat ini. Ketika Dia ingin melayani di daerah di mana Dia dibesarkan, seluruh orang menolakNya..semua orang menghina Dia, hanya karena mereka tahu kalau Dia anak tukang kayu. Yesus pun tahu apa rasanya ditolak karena setiap impian mu yang besar, impian yang tidak masuk akal dan hanya karena masalahbackground atau latar belakang keluarga.

Namun aku hari ini ingin mengatakan kepada teman-teman, ketika engkau tahu mimpi mu adalah mimpi yang sangat besar, ketika engkau menerima berbagai penghinaan, penolakan, intimidasi, keraguan untuk mencapai mimpimu, maka disitulah engkau tahu bahwa engkau sedang berada di track yang benar.

Maka di situlah engkau tahu bahwa mimpi itu, visi itu berasal dari Tuhan. Karena Dia adalah Tuhan yang besar, Allah yang besar, maka Dia juga akan memberikan mimpi-mimpi yang besar, visi yang besar di dalam hidupmu. Dan di saat engkau merasa mimpi itu terlalu besar, di saat itulah engkau tahu, bahwa engkau lebih membutuhkan Tuhan untuk mengubah kemustahilan itu untuk menjadi kenyataan.

Sejarah besar umat manusia diukir oleh orang-orang yang memiliki mimpi yang besar. Dunia ini dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak menyerah akan mimpi-mimpi mereka yang luar biasa. Kita menikmati berbagai hal yang luar biasa sekarang ini, adalah hasil dari orang-orang yang tidak memperdulikan apa yang dikatakan orang lain tentang mimpi mereka. Mereka adalah orang-orang yang lebih mempercayai apa yang dikatakan Tuhan, si pemberi mimpi tersebut, dibandingkan orang-orang disekitar mereka yang berusaha memadamkan impian mereka untuk menjadi kenyataaan.
Tidak akan ada bola lampu, jika Thomas Alfa Edison menyerah pada percobaannya yang ke 1000. Tidak akan ada pembebasan perbudakan  jika pada saat itu Abraham Linchon menyerah untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Linchon menerima berbagai kegagalan dalam hidupnya.

Kegagalan pertama dimulai ketika ia berbisnis pada 1831. Kalah di Badan Legislatif pada 1832. Pada 1833, mengalami kegagalan kembali dalam bisnisnya dan mengalami patah semangat pada 1836. Abraham Lincoln gagal menduduki dewan pemilih pada 1840 dan gagal menjadi anggota Konggres pada 1846 serta gagal menjadi anggota Dewan Senat 1855. Pada 1856, Lincoln gagal menjadi Presiden dan gtagal menjadi Dewan senat pada 1858. Akhirnya dilantik menjadi Presiden Amerika ke-16 dan salah seorang Presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

Tidak akan ada yang namanya Pesawat apabila Wright Bersaudara menyerah dalam mencapai mimpi mereka untuk menerbangkan manusia. Impian mereka bahkan ditentang sendiri oleh ayahnya yang kala itu adalah seorang pendeta. Tetapi itu tidak membuat mereka memadamkan impian mereka. Tidak akan ada namanya KFC jika saat itu Kolonel Sanders kala itu menyerah untuk menawarkan resep ayam gorengnya ke berbagai negara bagian di Amerika.

Generasi kita ini merupakan warisan dari para pendahulu kita yang mengerti apa artinya tidak menyerah. Generasi ini adalah warisan dari para pendahulu kita yang mengerti apa artinya mewujudkan impian yang besar. Dan warisan yang sama, yang harus kita berikan kepada generasi di bawah kita nantinya.

Mungkin temen-temen berkata, “Tp gw udah ga ada harapan” atau “gw tau itu, tp kenyataannya gw ga tau lagi harus berbuat apa”, “gw dah lakukan ini itu, tp ga ada hasilnya, gw dah mentok”, “Gw dah coba berbagai cara, gw dah berusaha terus, tetapi ga ada jalan keluar” .

Well, hal yang sama juga dialami oleh Yusuf. Seolah-olah belum cukup mengesalkan dan melemahkan, gara-gara mimpi tersebut, Yusuf harus mendapati dirinya berada di dalam sumur, dibuang oleh saudara-saudaranya. Mimpinya membuat saudara-saudaranya cemburu kepada. Gara-gara mimpinya, Yusuf harus mengabiskan malam itu di dalam sumur. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia mau maju tidak bisa, mundur tidak bisa, terperangkap, tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan menurut catatan sejarah, sumur dimana Yusuf dibuang, dinamankan “sumur kematian”.

Apakah ini yang sedang teman-teman alami? Apakah engkau seolah-olah sedang mengalami “kematian”? “Kematian” akan setiap mimpi-mimpimu, “kematian” akan setiap harapan mu? Engkau seolah-olah sedang berada di dalam sumur yang dalam. Engkau tidak bisa berbuat apa-apa, engkau tidak bisa bergerak ke mana pun. Seolah-olah semua pintu tertutup untukmu, seolah-olah semua jalan keluar menghilang dari hadapan mu. Seolah-olah setiap apapun yang engkau lakukan tidak membuahkan hasil apapun.

Buntu, sendiri, gelap, kedinginan, dan kesal, itulah yang dialami Yusuf. Aku yakin di dalam sumur tersebut dia mulai membayangkan kehidupannya sebelum mimpi itu datang. Dia mulai membayangkan bahwa tidak seperti ini seharusnya jadinya hidupnya. Mungkin saja di dalam sumur tersebut dia mulai merasa bagaimana mungkin mimpinya akan menjadi kenyataan kalau dia di dalam sumur tersebut. Mungkin saja pada saat itu Yusuf berpikir bahwa mati sudah setiap mimpinya. Untuk Yusuf, lubang itu seperti jalan buntu yang gelap, namun yang Yusuf tidak ketahui adalah bahwa sumur tersebut sebenarnya merupakan sebuah jalan ke sebuah istana – sebuah rute langsung untuk menuju ke sana.

Aku mau berkata begini teman-teman, perjalanan hidupmu belum akan dimulai sebelum engkau menemukan apa yang menjadi impian mu, mimpi mu, visimu. Perjalan hidupmu yang sebenarnya baru akan dimulai ketika engkau sudah menemukan apa yang menjadi impianmu.

Perjalanan menuju impian tersebut tidaklah mudah. Hal pertama yang akan temen-temen temui sebelum memulai perjalanan menuju impian mu adalah sumur “kematian” tersebut. Sumur di mana seolah-olah harapan sudah tidak ada lagi. Sumur di mana mungkin temen-temen akan menghadapi orang-orang yang berkata “Kan sudah gw bilang..lu ga bakalan bisa”, “Gw bilang juga apa..lu tuh mimpinya kegedean”. Tetapi di sumur inilah, letak kekuatan mu.

Di sumur inilah Tuhan sedang melatih engkau untuk lebih mendengarkan Dia daripada sekelilingmu. Di sumur inilah, Tuhan mau engkau sendirian, dan hanya berduaan dengan Dia saja untuk menerima kekuatan yang baru yang dari padaNya. Di sumur inilah, Tuhan sedang mempersiapkan engkau untuk menempuh perjalanan mu yang luar biasa. Di sumur inilah awal di mana setiap impian mu akan digenapi. Di sumur inilah, yang tadinya dikatakan sumur kematian, Tuhan mengubahkannya menjadi sumurmu kehidupan. Kehidupan akan harapanmu, kehidupan akan jalan keluar, kehidupan akan setiap kekuatan baru, kehidupan akan setiap semangat baru. Bahkan sumur tersebut adalah rute yang akan membawa kalian menuju rute tercepat menuju impian kalian.

So, kalau kalian sedang merasa seperti Yusuf, kalian sedang merasa seperti di dalam sumur, kalian tidak bisa berbuat apapun, kalian tidak bisa bergerak kemanapun, maka kalian tahu kalau kalian sedang berada semakin dekat dengan impian kalian. Ketika kalian merasa seperti sedang di dalam sumur kematian tersebut, kalian tahu bahwa Tuhan sedang mempersipkan kalian. Tuhan sedang memperbaharuhi kekuatan kalian. Jangan patah semangat..jangan menyerah.. Help is on the way.

Guys, aku membayangkan ketika Yusuf berada di dalam sumur..didepannya tembok, dibelakangnya juga..bankan disekelilingnya adalah jalan buntu. Namun satu-satunya lubang yang terbuka adalah di atas. Ketika engkau mendapati dirimu sedang berada dalam titik terendah hidupmu, maka engkau tidak punya pilihan lagi selain untuk naik ke atas. Ketika engkau mendapati dirimu sudah mentok berada di paling bawah, maka tidak ada pilihan lagi selain naik ke atas. Satu-satunya jalan keluar hanya ada di atas, dan itu adalah dari Tuhan. Hang on sampe akhirnya akan ada pertolongan yg akan datang dari atas, akan ada tali pengharapan yang akan mulai di turunkan untuk membawa kalian naik dan semakin dekat dengan impian kalian.

Tali pengharapan tersebut yang disediakan bagi temen-temen adalah firman Tuhan. Alkitab menyediakan kita peta untuk membimbing kita keluar dari lubang apapun. Mazmur 34: 20 berkata, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;” Dengan kata lain, kita semua akan mengalami berada di “lubang” itu – mereka tak terelakkan – tetapi kita bisa keluar dari sana ketika kita memegang kuat-kuat tali pengharapan yaitu firman Tuhan dan memutuskan untuk memanjat keluar.

Bertahanlah teman-teman. Hanya sebenar lagi kok. Dia sedang mempersiapkan teman-teman. Aku juga sedang mengalami hal yang sama, dan ini yang Tuhan sampaikan. Jangan sampai kita merusak apa yang telah Tuhan sediakan dan siapkan untuk kita. Ketika aku sedang mengalami masa-masa yang sulit ini, Dia ingatkan aku ada suatu lagu yang luar biasa. Liriknya yang sangat luar biasa dan menguatkan. Aku ingin temen-temen membaca liriknya dan mendengarkan lagunya, agar teman-teman juga menemukan kekuatan yang sama. Aku percaya seandainya lagu ini sudah ada di jamannya Yusuf, dia pun akan menyanyikan lagu yang sama.

I Understand by Smokie Norful

Sometimes I feel like giving up
It seems like my best just ain't good enough
Lord if you hear me, I'm calling you
Do you see, do you care all about what I'm going through
And then he says, one more day, one more step
See I'm preparing you for myself
And when you can't hear my voice, please trust my plan
I'm the Lord, I see and yes I understand

But sometimes I feel like I'm all alone
I'm just like a stranger so far from home
I feel like I've done all that I can do
Please Lord give me strength, I'm just trying to make it through
That's when he told me one more day, one more step
See I'm preparing you for myself
And if you can't hear my voice, please trust my plan
I'm the Lord I see you and yes I understand

He knows how much we can bear
And in the time of trouble he promised he would always be there
I understand
The Lord is telling you yes I understand
I am the Lord I see you and yes I understand

I am the Lord I change not
I won't forget nor have I forgot
You see everything works according to my plan
I am God, trust me, I got the whole world in my hand

One more day, one more step
I'm preparing you all for myself
And you can't hear me speaking, just trust my plan
I'm the Lord I see you and yes I understand
I'm the Lord I see and yes I understand
I am the Lord I see what you're going through
Every problem, every trial, every burden, every situation
I understand, I won't leave you
I understand, understand, understand


Wow...suatu kata-kata yang luar biasa temen-temen. Kalimat yang luar biasa menguatkan ku ketika dikatakan,

“And then he says, one more day, one more step
See I'm preparing you for myself
And when you can't hear my voice, please trust my plan”

Yups..one more step, one more day teman-teman. Dia sedang mempersiapkan kita dan dia meminta kita untuk percaya pada rencanaNya. Walaupun mungkin kita seringkali tidak mengerti mengapa kita harus melewati sumur tersebut, terkadang kita tidak mengerti mengapa kita harus melewati semua hal yang berat dan tidak mengenakkan tersebut. Namun satu hal yang tetap terus aku pegang, Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28)

Aku harap ini bisa meng-encourage temen-temen, menguatkan, dan memotivasi teman-temen. Never give up on your dream..coz God never gives up on you.. Ketika mimpi itu Dia yang taruhkan, maka Dia akan memastikan kalian akan menyelesaikan dan akhirnya mewujudkannya.

by
Strongeagle
“See you at the finish line..!”

PS: Jika kalian merasa di berkati dan mau meng-copy paste notes ini, silahkan2 saja, tp tolong di tulis siapa penulisnya, (Strongegale "morris" Generation) dan tolong aku di tag juga di notes kalian itu, sehingga aku bisa tau reaksi org2 sebagai bahan masukan buat ku.. Dan jika ada pertanyaan, silahkan lgsg di comment atau di message ke fb ku..
GBU

Personal FB: Strongeagle Generation
Fan Page: The Kingdom Love
Twitter : @lovecoachindo

tulisan diatas dicopy dari notesnya moris "strongeagle generation"
bangkit generasi muda, generasi Yusuf zaman sekarang... anak-anak muda yang tetap mempertahankan integritasnya apapun yang terjadi... mau mengambil risiko dan mengubah sesuatu yang kelam untuk kebaikan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar