Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

Church today... The Autis one??? just my reflection

Beberapa waktu yang lalu aku membaca program kerja tahunan gerejaku... anggaran tahunannya fantastis menurut perhitunganku karena mencapai 1,4 milliar... jumlah yang besar untuk mengerjakan banyak hal... tapi itu hanya ada dalam pemikiranku karena apa yang ku cari tidaklah kutemukan daam program tahunan itu... sebagian besar dananya habis untuk belanja pegawai dan tunjangan kesehatan jemaat, setoran ke tingkat wilayah bahkan sinode, sebagian dana yang lain habis untuk kegiatan tahunan gerejawi seperti pesparawi, dan yang lainnya untuk prasarana dan sarana gedung gereja serta fasilitas tambahan lainnya... 



Antusiasmeku membaca program itu langsung surut karena aku tidak menemukan apa yang aku cari... Gerejaku menganggarkan biaya yang fantastis untuk kebutuhan 1 tahun, untuk mensejahterakan jemaat yang ada didalamnya dalam arti harafiah... ini membuatku bertanya, apa sebenarnya fungsi dan tujuan gereja??? Apakah menjamin jemaat yang menjadi anggotanya nyaman sehingga tidak berpindah gereja atau yang ngetrend dengan istilah “pencuri domba” ataukah gereja juga harus melihat keluar dari sekedar sekumpulan orang yang percaya???



Dulu aku sering mengikuti kegiatan gerejawi, menghafal bagian-bagian alkitab dan tata gereja, dan setahuku gereja mempunyai tiga tugas utama, koinonia, diakonia, marturia... selain itu yang aku tahu gereja selalu menempatkan AMANAT AGUNG diposisi teratas... Pergilah, Jadikanlah semua bangsa murid-Ku... lantas kenapa gereja sekarang bersikap seperti orang autis yang sibuk dengan dunianya sendiri tanpa memikirkan ada orang lain di luar sana???

Sementara itu dalam waktu yang berbarengan beberapa orang sahabatku mencoba mengajakku bersama melayani anak-anak jalanan di Pusat Kota a.k.a Pasar 45, pelayanan tanpa membedakan agama, suku, ras, perbedaan latar belakang pendidikan , tanpa sebuah DINDING... Pelayanan yang tidak mempunyai program dengan dana fantastis tapi memiliki keyakinan untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan, mereka yang “kurang” beruntung... 




Aku teringat bagaimana harus memutar otak untuk mengumpulkan dana setiap pelaksanaan Class Dinding, bagaimana setiap koin rupiah yang “sebagian besar” sudah dianggap tidak ada menjadi punya nilai besar bagi anak-anak jalanan itu...

Aku jadi berpikir lagi, ada orang mau memberitakan kabar baik bukan dari balik mimbar gereja, kepada semua orang lain di luar sana yang membutuhkan sentuhan secara jasmani dan rohani, koq gereja malah menutup pintu??? Kenapa gereja hanya mau melihat diwaktu-waktu situasional saja sehingga gereja terkesan seperti santa claus yang membagikan hadiah hanya pada waktu natal... 

Jelas ini mengusik nuraniku, heran, resah, gelisah dengan situasi dan kondisi ini... Gereja – yang aku yakini bukan hanya gereja yang program kerjanya ku baca- seperti orang-orang autis yang sibuk dengan dunianya sendiri... apa iya Yesus akan melakukan hal serupa ketika melihat ada mereka yang membutuhkan diluar sana???

Sebagai catatan, gereja yang kumaksud dalam tulisan ini adalah secara kelembagaan (institusi)


repost from my fb note
15.03.10

Selasa, 08 November 2011

He knows everything

hari minggu hari Tuhan hari gereja... dan ketika aku lagi siap2 buat ke gereja dengan kebiasaan buruk mepet2 waktu... harap maklum -mekanisme pembelaan diri nih- aku tinggal di pusat kota yang jarak ke lokasi2 strategis dapat ke tempuh dengan jarak waktu singkat jadi kebiasaan deh mepet2in waktu... termasuk ketika akan ke gereja... untuk yang ini mohon jangan ditiru!!! walhasil aku buru2 ke gereja dan bisa ditebak kalo aku kesulitan menemukan tempat parkir...

parkiran penuh dimana2, tukang parkir diparkiran depan mengarahkan mobil ke arah luar... aaahhh sebel, mana udah mepet waktu ke gereja, tukang parkir malah enambah keribetan yang ada... terpaksa aku balik lagi untuk masuk ke parkiran dalam gereja dan lagi2 aku stuck karena ada mobil dari arah dalam yang akan keluar... tambah sebel lah daku... namun tetap dengan kebingungan dimana aku akan memarkir mobil ini? eh kaca mobil tiba2 diketok tukang parkir, "ibu mau ke gereja?" "iya" jawabku sambil berharap si bapak akan memberikan jalan keluar... "masuk aja di halaman gereja" serius, aku dapat parkiran di halaman gereja yang biasanya ditutup untuk parkiran... tinggal melangkah sebentar aku nyampe di dalam gereja...

aaahh nyesel juga tadi pagi pake aksi malas-malasan akhirnya datang telat dan kesel sama orang lain...  

ENDINGnya ada disini...

Selesai ibadah, manado di guyur hujan termasuk di lokasi gereja... nah I got the advantage here... mobilku nangkring dekat banget jadi aku gak perlu basah-basahan seperti kalo parkir di tempat biasa aku markir mobilku... so I thank God buat my sunday simple story...

Bapaku keren abis euy, termasuk caranya mengajariku kalo BAPA tahu semuanya dan tahu yang terbaik untuk hidupku... yang harus kulakukan hanya bersyukur dan menikmati setiap perjalanan hidupku bersamaNya........... without complain