Kamis, 03 November 2011

Dokter... antara prestasi, prestise, dan pengabdian

"susan... susan... susan... kalo gede mau jadi apa?" sebagian besar dari kalian pasti masih mengenal lirik lagu ini... dan ketebak deh jawabannya "kalo gede mau jadi dokter"... Dokter suatu profesi yang punya daya magis di masyarakat mulai dari anak kecil bahkan untuk menakut-nakuti anak-anak yang nakal atau sukar untuk makan biasanya ditakuti dengan awas nanti disuntik sama dokter...

di daerah asalku... fakultas kedokteran menjadi fakultas favorit dengan perbandingan yang sangat mencolok dengan fakultas lainnya... begitu banyak peminat yang mau masuk di fakultas nomor 1 di daerahku yang emang hanya punya 1 fakultas kedokteran... meskipun biaya masuk yang melambung tinggi sampai beberapa kali lipat dibandingkan fakultas lain tapi tidak membuat surut minat anak-anak atau ortunya untuk memasukkan anaknya ke fakultas kedokteran...

berada di fakultas kedokteran tentu memperbesar yang namanya prestige a.k.a kebanggaan entah itu bersifat personal untuk membanggakan diri pada teman-teman yang gak bisa masuk di fakultas kedokteran atau kebanggaan famili dimana orang banyak masih menganggap bahwa mereka yang sekolah di kedokteran memiliki nilai lebih dibandingkan sekolah ditempat lain...

dan beradalah dalam suatu siklus yang kusebut circulus vitriousus... alias lingkaran setan... prestige sesaat yang berganti dengan yang namanya kerja keras dan tanda tangan otomatis untuk belajar seumur hidup... banyak yang gak tau dan gak sadar ketika dia mau menjadi seorang dokter artinya dia sedang masuk dalam lingkaran setan untuk belajar seumur hidup... menempatkan dirinya dalam risiko sepanjang karirnya menjadi seorang dokter... menempatkan dirinya antara pujian dan caci maki...

"kalau ku berhasil nanti ku akan menjadi dokter, semua kulayani dengan sabar... tiada ku bedakan antara miskin dan kaya karna ini soal kemanusiaan... di kota dan di desa bagiku sama saja walaupun ditengah malam namun tugas tetap kan kujalankan..."

lagu idealis seharusnya seorang dokter... impian yang terbentuk sejak pertama kali menginjakkan kaki di fakultas kedokteran... lagu-lagu doctor wanna be... yang gak sepenuhnya bisa menjadi kenyataan... kerasnya sistem yang berlaku untuk menjadi seorang dokter... panjangnya masa pendidikan menjadi seorang dokter bisa mengubah pandangan dan idealisme yang ada... mengubah orientasi yang berpusat pada kemanusiaan menjadi untuk mengejar sesuatu demi masa depan... mengembalikan semua waktu, tenaga, dan BIAYA yang telah dihabiskan sepanjang masa 6-7 tahun untuk merengkuh titel dokter...

sistem yang terus berubah termasuk diberlakukannya ujian kompetensi dokter yang menambah sulit seorang dokter lulusan baru untuk bisa langsung bekerja karena terbentur sertifikat kompetensi membuat idealisme seorang dokter baru semakin terkikis dengan kondisi dan keadaan yang ada...

sebuah anomali yang terjadi dengan program pemerintah tentang dokter ptt... setiap tahunnya ada 3-4 kali dibuka program dokter ptt... dan diantara 2 kategori yang ada kategori sangat terpencil menjadi kategori favorit yang selalu dicari oleh dokter-dokter pelamar... sesuatu yang aneh karena dokter dengan kategori sangat terpencil artinya mereka harus rela bertugas didaerah dengan fasilitas yang sangat minim termasuk untuk urusan listrik, dan air bersih... tapi kenapa kategori itu lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan kategori terpencil??? ada banyak jawaban disana... kita mulai dari jawaban paling idealis... itu soal PENGABDIAN... untuk yang satu ini tidak terbantah... dari sekian ratus dokter yang lulus setiap tahunnya ada diantara mereka yang DOCTOR born to be... artinya mereka memang memiliki destiny itu... idealisme mereka tidak terpatahkan dengan kerasnya proses untuk membentuk seseorang menjadi seorang dokter... merekalah yang sering tampak sebagai dokter-dokter yang weird alis aneh... dengan kepintaran yang ada, dengan skill yang menunjang... malah memilih berada dipedalaman rimba untuk mengabdikan ilmu yang mereka dapat dengan susah payah... jawaban yang lainnya kenapa kategori sangat terpencil menjadi kategori paling favorit adalah mengenai income yang diberikan dan perbedaan yang mencolok antara kedua kategori itu... insentif yang besar yang diberikan pemerintah menjadi mujarab karena banyak dokter tergiur untuk pergi mengabdi dalam jangka waktu paling pendek 6 bulan dengan insentif yang menggiurkan... sebuah alasan yang tidak bisa disalahkan juga...

alasan yang lain.... itu tiket untuk mendapatkan sebuah surat pernyataan selesai masa bakti... surat sakti yang dibutuhkan untuk banyak kepentingan termasuk untuk melanjutkan sekolah ke jenjang spesialisasi... aw sekolah lagi... yup doctor is long life study....

dibalik semua peristiwa dan pergunjingan mengenai profesi ini... bagiku profesiku ini tetaplah profesi mulia... bagiku menjadi seorang dokter adalah sebuah panggilan... panggilan untuk mengabdikan apa yang aku pelajari... apa yang aku dapat untuk mereka yang membutuhkan... untuk mereka yang sementara menderita dalam kesakitan...

.... sebuah catatan untuk teman-teman sejawatku yang baru menyelesaikan pendidikan dokter umum... semangat perjuanganmu belum selesai...

rekan seperjuanganku bahwa dokter adalah pengabdian

2 komentar:

  1. Stuju...capek rasanya digunjingkan orang karena orang hanya berpikir enaknya jadi dokter..penghasilan besar..meraka gak pernah melihat proses nya menjadi dokter dan semua yang terlewati selama pendidikan menjadi dokter.
    padahal bukan 1-2 orang yang berniat mengabdi,malah dapat caci maki.cuma kembali berpikir bahwa..ada yang sungguh2 butuh pa torang,yang bikin smangat melayani tetap ada.keep the good work angel..you are really something in the future for others..GBU

    BalasHapus
  2. Tulisan ini pertama kali ku publish taon lalu, menjelang pelantikan dokter adikku, ini curhatku tentang kondisi nyata disini... Sistem pendidikan membuat mereka hanya mengejar gelar tanpa menjadi dokter yang holistik...

    BalasHapus